KH. Nasih Aschal; Sarjana STAIS Harus Terus Eksis

Staisyaichona.ac.id – Civitas Akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS) Bangkalan menggelar acara Yudisium ke VIII Tahun Akademik 2019-2020 bertempat di Gedung Auditorium STAIS Bangkalan. Sabtu, 24 Oktober 2020.

Acara Yudisium diikuti oleh Tiga Program Studi (Prodi) yaitu Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Pidana Islam (HPI), dan Ekonomi Syariah (ESy) dengan jumlah keseluruhan 127 peserta Yudisium dan di buka oleh Ketua STAIS Bangkalan KH. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd

Ketua pelaksana acara Dr. Muhaimin, M.Pd mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara yudisium dan mengucapkan selamat kepada mahasiswa setinggi-tingginya atas diembannya gelar akademik. Selain itu, juga disampaikan bahwa pelaksanaan wisuda akan di adakan ketika situasi dan kondisi membaik.

Ucapan selamat dan sukses juga disampaikan oleh Ketua STAIS Bangkalan RKH. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd saat memberikan sambutan. “Selamat dan Sukses telah mendapatkan gelar baru”. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa gelar ini tidak hanya sebatas gelar tetapi gelar ini harus menjadi pemicu untuk seterusnya bisa eksis melalui intelektualitas dan bisa memberikan manfaat yang positif untuk kepentingan agama dan bangsa.

Sarjana lulusan kampus STAIS Bangkalan harus berbeda dengan sarjana-sarjana yang lain, hal ini sebagai nilai karakteristik lulusan STAIS. Bisa dibuktikan ketika berada di tengah-tengah masyarakat.

“Harus ada nilai yang membedakan antar sarjana-sarjana yang lain dengan sarjana STAIS, karena di STAIS mengimplementasikan nilai agama dan kampus STAIS yang berbasis pondok pesantren” tegasnya.

Menyandang Title itu adalah sebuah keniscayaan, sebagai orang yang berpendidikan maka wajib mempertanggungjawabkan gelar tersebut pada masyarakat, nusa dan bangsa. “Title sarjana ini pertanggungjawabannya adalah besar karena kita dituntut untuk bisa memberikan maslahah pada masyarakat” pungkasnya.

Penulis: Sank Leader

Pos terkait